Balada Nasionalisme



Pak Dirman merintih lemas di atas tandu
Di dalam negeri yang serba tak menentu
Sakit itu hanya melumpuhkan Soedirman
Tapi tidak dengan sandang panglima besarnya
Jiwanya menderu melebihi lesat peluru
Mempimpin gerilya dengan cekatan
Merebut negerinya dari setan-setan

Andai ku bisa membantu Pak Dirman, dulu
Akan ku buat parit dan ku isi ular
Biar kudengar penjajah menjerit
Terperosok tak bisa keluar
Lalu, akan ku pasang sang pusaka di pohon kelapa
Biar angin laut jadi saksi yang tak pernah lupa
Biar pelancong yang baru saja datang, tahu
kalau negeri ini mencoba merdeka

Sekarang ku hanya bisa meratap sedih
Terjebak dalam kesalahan generasi
Yang sama sekali merasa tak bersalah
Meski sudah melupakan sejarah
Generasi yang terbuai nikmat duniawi
Pengikut tren modern pasar dan pelupa tradisi

Nasionalisme hanya muncul jika dipaksa
Ketika kita disuruh hormat pada bendera
Ketika kita menyanyikan Indonesia Raya
Nasionalisme tak muncul dalam tangis haru
Ketika mendengar lirik indah karya Ibu Sud
Dari kisah negeri yang pernah kelabu
Dari cita-cita besar anak negeri
yang mungkin ada, tapi sedikit


2015

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram